Tampilkan postingan dengan label giveaway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label giveaway. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

"Yun"

Semoga benda warna-warni itu masih di sana. Sebuah TK ABA di Sleman, Jogja. Kadang tertiup angin, bergoyang..dan berhenti. Entah berapa ratus pantat mini yang pernah bertengger kesenangan berayun. Kadang karena ulah anak TK yang agak kreatif tempat dudukan itu tidak lagi berfungsi sebagai penyangga pantat, di sana kaki-kaki mungil innocent turut andil nangkring di atas mengayuh tuasnya agar semakin kencang bergerak.

Tahun 1995 lalu, pantat dan kakiku pernah di sana :). Sensasi yang sangat menyenangkan adalah ketika angin dengan kencang menerpa poni di dahi yang berpeluh karna berlarian sepanjang jam istirahat, lalu gravitasi memainkan perannya dengan baik, naiiik.....wuuzzzz......turun.....wuzzzz...... gerak harmonis pada titik setimbang yang indah... 

Tapi kala itu aku bukanlah seorang yang bisa dengan mudah menyentuh benda menakjubkan itu saat istirahat tiba... Selalu ada anak lain, sebut saja "mawar" yang selalu menguasai "yun" (nama panggilanku untuk si yunyunan). Biasanya Bu Guru akan menyuruh anak-anak bermain dengan adil bila sudah ada seseorang yang menangis karena tidak di ijinkan ikut naik ayunan bergantian. Hmm, tapi anak yang menangis itu bukanlah tipeku. 
Aku menunggu dengan sabar, dengan mata tak lepas dari "Yun" yang tengah mengeluarkan suara sedih ngiik......ngiiik dan masih bersabar ketika raut bahagia pemakainya mengisyaratkan tidak akan pernah melepaskan ayunan itu untukku. 

Hingga giliranku tiba, binar mata bahagiaku bersambut dengan suara ngiik halus sebagai tanda telah di ijinkannya diriku menaikinya... :) maka kami (aku dan Yun) tidak lagi mengeluarkan suara "ngiik" yang sedih. Di telingaku suara ngiik akan berbeda beberapa oktaf menjadi "ngiik" yang bahagia, kaki kecilku menjejak tanah melawan gaya gesek engsel agar yunyunan tidak berhenti bergerak. Kemudian tanganku berpegang erat pada lengannya yang kurus, ia menjagaku agar tetap stabil di dudukan, dan kami menjadi komposer lagu sederhana: DUKKK (jejakan kaki) NGIIIKK.....(suara tawa yunyunan)...WUZZZZ....(angin turut serta bergabung)...  

Yang paling menyenangkan dari kesemuanya adalah "Kemerdekaan Anak Kecil" saat itu aku tidak harus memikirkan berapa banyak PR, laporan, menghitung percepatan gravitasi pendulum, proposal, atau berapa banyak uang yang harus di hemat untuk hidup "in de kost" di kota perantauan ini. 

Di sini, kota tempat tinggalku sekarang, adalah kota dengan 5 matahari (kata temanku), dan kemungkinan benda-benda yang terbuat dari besi tidak akan bertahan lama karena udara kota tercemar yang asam membuat semua jadi lebih mudah berkarat. "Yun" memang lebih baik di sana, di Jogja. Tidak perlu merantau jauh-jauh karna disana ada perosotan dan mainan lain di halaman mungil  yang setia menemani. 

Lama sekali rasanya aku tidak lagi melewati mantan TK ku lagi, terakhir kali kapan ya... hmm.. lupa... 

Suatu saat pulang ke Jogja ingin ke TK ABA sekedar menyapa "Yun...Apa kabarmu sekarang?"...   

Sekarang tak mungkin lagi aku mencuri-curi waktu pulang sekolah melompati pagar pembatas SD dan TK sekedar menaikimu, badanku secara udah gedeee...udah ganti tempat sekolah 6 kali, dan meskipun halaman mereka besuar besuaar, TIDAK ADA YANG SEPERTI KAMU disana. #krik krik krik

"Mak,ane ikutan giveaway-nya ye,mak! Kasih ane hadiahnya yang buku Memeluk Mimpi Mendayung Harapan karya Alberthiene Endah, atau novelnya mbak Endah Raharjo berjudul Senja Di Chao Phraya atau satu paket kecantikan dari Oriflame..

Rabu, 16 November 2011

Man and The Moon

Baru beberapa hari yang lalu ketika blog walking aku tanpa sengaja seperti memasuki sebuah galaksi baru. Pertama ku baca namanya adalah negara Man and The Moon, ku lihat sekitar, indah, sepertinya ini tempat yang adhem :). Ada pemandangan bernuansa biru, dan bumi terlihat begitu dekat dengan bulannya. Lalu ku ayunkan lagi kaki mouse menuju  portal-portal yang ada.

Wow, ternyata banyak sekali yang lebih dulu pernah menjejakkan kaki disini. Kucoba mendekat, melihat judulnya (Pengetahuan Umum) langsung muncul hasrat untuk mencicipi isinya. Rasanya...hmmm yummy.. terus terang aku sangat menyukai rubrik pengetahuannya. contohnya:Kecoa yang malang ,Pinter mana antara Lebah dan Semut , Gerimis dan Laron, Terang bulan ikan pun sepi, sumur kok selalu melingkar...dan masih buanyak lagi.

 Dari situ ku simpulkan si empunya blog yaitu Mas Amri (baru tau dari mb una) adalah seorang yang "membaca" keadaan lingkungan dan sekitarnya, membaca=memahami dan mencoba mengerti dengan penuh, apa, bagaimana, mengapa pkoknya 5w +1h deh kalo bahasa jurnalistiknya. Beliau juga seorang yang tidak segan-segan membagikan ilmu yang diketahuinya pada orang lain, dan lagi yang ku kagumi: konsisten dengan membalas berapapun komentar yang masuk, padahal ya ampunn, banyaknyaaa.

Terimakasih, aku banyak belajar juga dari sana tentang berbagai pengetahuan yang baru, maupun hal sepele yang sebenarnya sarat arti untuk kita teladani. Misal betapa lebah ternyata adalah hewan yang sangat beretika dan istiqomah. Ya, ternyata lebah hanya masuk dan keluar melewati 1 jalan yang sama. Itulah mengapa sering ada lebah yang mati di balik jendela kaca, karena dia rela membentur-benturkan dirinya.

Nyamuk dan semut adalah binatang yang gigih dan pantang menyerah :), lalu kecoa adalah binatang yang bersih dan bermanfaat untuk membersihkan bakteri di tempat sampah kita dengan zat asamnya yang bauuu #40%salut 60% tetep geli dengan mkhluk ini :( , kemudian ada cerita si laron yang ternyata sengaja di tempat yang hangat #lampu untuk menemukan pasangannya,
setelah ketemu lalu dengan sengaja melepaskan sayapnya biar bisa kawin di tanah, and membentuk koloni rayap yang baru.. happily ever after. Itu kalo di bawah lampunya Tanah! kalo keramik, yaah, mereka jadi santapan cicak n awarahum di sana #mayat bergelimpangan di lantai. Malah di tempat simbah jaman aku kecil (sd) duluuuu suka di tadahi pake baskom, kan si laron yang kecapekan gak bisa manjat critanya, trus di "tepleki" biar rontok sayapnya lalu di goreng #aku milih gak makan :(

Kemudian ada lagi rubrik, Berbagilah untuk yang sepi, yang intinya belum tentu warung yang sepi itu karena tidak enak, kasian juga sebenarnya kalo tidak ada yang beli, siapa tau dengan kita membeli jadi makin banyak pelanggannya, toh rejeki kita adalah sebagian milik mereka juga. Lainnya masih buanyak lagi, yang kalo dijelaskan satu-satu bakalan jadi CERBUNG ini tulisan. :D

Setelah lumayan ter-recharge dengan dengan portal inspiratifnya, ku tengok kembali perut mata ini masih lapar, ku ayunkan lagi mouse menuju jendela-jendela rumah beliau dengan semangat, jadi pengen tau lebih banyak siapa sih empunya rumah ini. Dari beberapa tulisan Mas Amri, beliau orang yang cukup terbuka di dunia maya (entah di dunia nyata)., masalahnya saya yang baru beberapa menit jalan-jalan ini langsung tau dari tulisan-tulisannya bahwa beliau seorang trader, arsitek, penulis yang sentimentil, jujur, melankolis, dan sensitif. #panjang sekali he he, begitu banyak detail perasaan yang di ungkapkan. Jelas laah, ada rubrik  khusus Tentang AkuKeluh kesah, cuma cerita,.. ehmm., dan karna aku sudah terlanjur kepincut dengan gaya tulisannya beliau pada postingan2 sebelumnya Sluuurp... ku santap deh isinya :)

Salah satu rubrik yang paling ku suka adalah yang berjudul Efek Gerbang ASTRAL pikiran baik & buruk, seperti dibawa memasuki dimensi lain yang hmmmm..

Kata-kata faforit yang sangat ku sukai adalah:
""tataplah langit itu dalam beberapa detik.. tahan.. rasakan transformasi yang terjadi. Lalu, lihatlah laut biru yang memantulkan kekuatannya yang dalam. Rasakan bagaimana tarian ombak itu menselaraskan tatanan jiwamu dan kau akan temukan kedamaian yang kokoh. Berceritalah kepada angin dan hujan, tentang segala kerunyaman yang ada di kepalamu. Lalu angin dan hujan, akan menghapus serakan-serakan sampah pikiranmu hingga isi kepalamu menjadi bersih dan segar kembali. Selalulah… berbicara kepada alam.. tentang sebuah rahasia terdalam antara kau dengan dia. Suatu saat, alam pun akan membisikimu tentang rahasianya, tentang apa yang akan ia lakukan terhadapmu dan umat manusia.""

Aku benar-benar terkesima, saking penasarannya segera kubeli buku The Secret, dan isinya memang sangat bagus. Intinya Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Jadi isilah pikiran ini dengan hal-hal yang positif. Karena dari sinilah masa depan kita berawal. Keren pokoknya.


Terus terang sebelum membaca tentang blog man and the moon ini, aku adalah seorang pengagum langit. Sukaaa banget memperhatikan langit #malah curhat. Langit bagiku adalah seperti sebuah pameran seni paling mengagumkan yang di sajikan gratis setiap saat. Hamparan langitnya merupakan kanvas mahakarya Sang Pencipta tanpa cacat. Pun dalam gelap mendungnya, biru cerah dan teriknya, jingga senja dan paginya, blue moment, bintang-bintang penghias, bulan, pelangi, dll. Semua begitu mempesona, menentramkan, dan seakan sedang berkisah.
 
 

Hujan adalah orkestra, ketika langit mendung dan gelap, saat itu bagiku adalah sama dengan ketika pencahayaan panggung ketika mulai di redupkan. Istimewanya kita boleh mengambil dan memilih tempat duduk dari posisi manapun yang paling nyaman. Sang Maestro kemudian menabuh musik bertahap. Guruh mulai terdengar. Lalu penonton di berikan suguhan terlezat dari bumi. Bau tanah yang pertama kali tersiram hujan. :) Beberapa titik kecil air mulai menari gemulai di belai angin, lalu cahaya petir lincah bermain diantara mereka dan sang penari :baca hujan: bersatu menciptakan koreografi yang apik disertai instrumen gemericiknya air memeluk bumi...

Tulisan ini disertakan dalam giveaway man and the moon nya Mas Amri.

Jumat, 11 November 2011

Dear Pahlawanku – Tanpa Nama

Yang terhormat, ruh dari raga yang sudah lebih dulu terbaring di tanah air ini.
Salam sejahtera bagimu dan penghuni surga. Yang ber nisan dan yang tidak sempat dikenali.

Aku, salah seorang anak penerus mu. Malu, karna tidak se heroik engkau yang mengorbankan jiwa dan ragamu demi kemerdekaan yang dicapai negeri ini. Sebagian dari ku masih berkubang dalam kelam,
bahkan tidak tahu harus bagaimana membayar tetesan darah dan
pedih perihmu menerjang peluru penjajah..

Bapak Pahlawan...ijinkan aku bercerita,
kini penjajah tak lagi bersarungkan peluru dan ranjau, mereka menggunakan senjata yang berkali-kali lipat lebih jahat. Senjata itu mampu menghisap semangat para pemuda mu, menggerogoti jiwa dan nalar sehat tanpa ampun. Mematikan nurani serta membabat rasa hormat. NAPZA dan kemalasan telah membunuh sebagian dari kami, racun HEDONISME mengalir pelan tapi pasti, membuat lupa pada perjuanganmu..  Belum lagi ulah nakal kami yang merusak tanah air, hutan, sungai, dan laut peninggalanmu.

Engkau pasti bersedih dan melihat sendiri dari atas sana,
Aku mohon maaf mewakili generasiku. Ku tahu ini tak akan cukup...tak sebanding dengan kegigihan dan jiwa patriotisme mu..menyongsong dengan bambu runcing melawan peluru..aku.. melihat ular saja ketakutan..

sumber: google
Bapak Pahlawan yang berani, ijinkanlah aku bercerita lagi, sebagian dari generasimu ternyata telah mencetak prestasi yang membanggakan. Generasi anak SMP mu mengalahkan bangsa yang pernah merobek raga dan nurani Bangsa kala 1945 itu. Mereka kalah.. lebih dari 1.000 peserta dari 24 negara di seluruh dunia
di bidang Robot!! Belum lagi ratusan, ribuan, entah.. banyaknya medali emas yang telah dikumpulkan
anak-anakmu, menjadi pemenang di medan laga Internasional. Sampai tak mampu ku sebutkan satu-satu. Engkau pasti lebih tahu..

Tuhan kiranya telah membisikkan angin surga dari bumi padamu,

tersenyumlah...

Anak bangsamu berhasil memperkenalkan budaya dan warisan leluhur menjadi berpengaruh di dunia Internasional. Batik, sudah menjadi panutan dan membawa ciri khas Indonesia menjadi lebih dikenal diseluruh dunia. Kemudian, Brand internasional Gucci dan Christian Dior menggunakan kain tenun asli Indonesia sebagai bahan bakunya.
Gamelan bahkan sudah menjadi kurikulum sekolah di Di New Zealand, Singapura, Amerika Serikat dan Jepang. Tas ‘Bagteria’ buatan Indonesia terpampang indah di berbagai etalase mall-mall kelas atas
di 32 negara di seluruh penjuru dunia. Belum lagi prestasi-prestasi lain yang tak mampu aku sebutkan di sini..

Bapak Pejuang kemerdekaan...
istirahatlah dengan tenang di alam sana,
biarkan sebagian dari kami yang baik
membaikkan negeri ini dengan seluruh
energi positif untuk menutup dan menyadarkan
sebagian yang masih tertidur..

sumber:google
dengan segala kekurangan dan kelebihannya

Aku Masih Mencintai Negeri ini sepenuh hati

NEGERI INDONESIA

Negeri yang engkau tinggalkan pada kami

dengan penuh perjuangan.,..

sumber:google
Bapak Pahlawan,
kali ini Indonesia sedang kembali berlaga di Sea Games..
menjadi tuan rumah!
Doa ku, semoga bisa mempersembahkan yang terbaik
agar engkau tersenyum disana,
setiap dari kami pasti akan menyusulmu ke alam sana, hanya saja kita terpisah ruang dan waktu. Songsong kami semua yang tertatih ini, ajak kami sedikit ikut menikmati seperti apa kehidupan surga terindah yang kini engkau tempati itu..

Salam takzim,
Pemuda Pemudi Indonesia..


“Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri

Sponsored by :



*sumber: http://sejarah.kompasiana.com/2011/02/27/10-prestasi-indonesia-di-dunia-internasional-tahun-2010/
http://indonesia-liek.blogspot.com/2011/09/indonesia-di-mata-dunia-internasional.html

Sabtu, 09 Juli 2011

“Poetry Hujan: Hujanku HujanMu Hujan Mereka”

Aku merepih  hujan  
Melesat ke langit lalu kembali ke pelukan bumi..
sukma tersenyum menangis mengais

Ia saksi
si kumal berteduh selembar daun
membasuh luka sepi angin

Ia saksi
di batang rindu ruh malam
saat ruang milikNya milikmu milikku
menyatu menyandar seuntai doa

Ia saksi
Kuasa merapuh dipukul masa..binasa
Panggungku panggungmu panggungNya

semesta berserah didekap menanti
disana
cahaya masih bermain lincah diantara titik air yang bertasbih
sekarang atau nanti, jika ragaku ditelan tanah
meninggalkan arti

Aku merepih  hujan  
Melesat ke langit lalu kembali ke pelukan bumi..

 9 juli 2011
-di kamar-


poetry-hujan
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis
  



Jumat, 08 Juli 2011

Djangan Pakis telah Menyulut Kembang Api Ideku

Pertamakali saya melihat blogroll Djangan Pakis, "hmm...judul blog yang nyentrik dan "njawil" untuk di klik. "Empunya kemungkinan besar adalah orang jawa, kalo orang jakarta pasti jadi Djangan Ikoet Tjampur atau yang lain, :)"
Membaca "Suit Sepentin Giveaway" pikiran yang langsung ada di benak saya adalah beliau ini adalah tipe orang yang memuliakan pernikahannya. Turut bahagia mengetahui kenyataan bahwa masih ada selain Pak Mario Teguh dan "yang tidak tersebutkan" mengingat ulang tahun ke-17 pernikahannya dengan cara yang insyaAllah manfaat bagi yang lain. Setahu saya ulang tahun pernikahan biasanya diperingati saat usia perak 25 tahun atau emas 50 tahun. Namun disamping itu, saya setuju dengan cara ini, kita tidak tahu akan sampai kapan jatah umur kita habis, jika ditunda bisa jadi tidak sempat men-spesialkan hari jadi yang melengkapkan separuh dien dengan hal yang bermanfaat, so sweet.. *terbersit harapan mempunyai suami seperti bapak kelak*.
Saya menulis ini tidak berani berharap banyak pada gift yang dijanjikan pada gambar postingan itu *meski sebenarnya sangat tergiur* menyadari kemampuan menulis saya masih sangat hijau dan jauh di bawah para penulis lain yang rajin mengasah kosakatanya dalam blog mereka, semua ini lebih pada keinginan saya untuk memperluas jaringan sahabat blog, dan menunjukkan eksistensi dengan ikut andil suara dalam aktivitas per-blogger-an.
Photobucket
Sebenarnya mengenal *eh, sekedar tahu tapi belum begitu paham* tentang dunia blogger sudah dimulai sejak tahun kedua kuliah sekitar tahun 2009, hanya dengan niat menyalurkan hobi menulis dan keep in touch dengan kakak kelas sekamar asrama. Titik. Namun ternyata seiring dengan berjalannya waktu, hasilnya hanyalah beberapa tulisan saja yang saya posting, sementara puluhan/ratusan lainnya hanya sempat tersimpan sebagai draft pada memory hardisk laptop, karena sering merasa kurang pantas untuk di posting, masih ingin di edit, lagi, lagi, dan lagi, hingga kini sudah tidak mungkin lagi saya post karena sudah lenyap di curi orang *halusnya mungkin di pindahtangankan olehNya karna saya kurang menjaga amanah dalam menggunakan laptop itu* sedih >_< tapi berusaha ikhlaaaas :).
Menanggapi tentang bagaimana membagi waktu untuk membuat manajemen yang baik dalam memanfaatkan waktu nge-blog *aduh kalimat ini sudah sangat berat* saya terdiam. Sementara baru bisa urun ide, karena notabene sekarang sedang jobless, tepatnya memilih istirahat dulu dari dunia kerja untuk kembali kuliah dan saat ini saya sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian seleksi bulan depan, otomatis keseharian saya saat ini sedang melimpah waktu luang. Menulis adalah kegiatan yang sangat tergantung mood, kalo sedang encer bisa menghasilkan sebuah artikel panjang tentang uneg2 tidak penting seharian. Hemat saya, saran (lebih untuk diri sendiri mulai hari ini) jika ingin waktu lebih produktif selagi ada keinginan untuk menghidupkan blog:
1. Segera fokus untuk nulis aja di blog, karna yang sering terjadi pada saya adalah kecantol pada situs lain sementara nge-blognya terlantar jadi draft draft draft.
2. Mencari celah waktu yang paling luang diantara setumpuk kegiatan dunia nyata kita secara kontinue dan disiplin dengan memberi batasan, misal sehari maksimal 2 jam saja minimal 2 hari sekali.
3. Tetap jaga kesehatan dengan olahraga agar bisa terus jalan2 *blog walking* dan menikmati indahnya dunia sharing, he he, padahal sudah kehabisan ide. :tapi saya serius lho: without health everything is nothing. :)
Sekian dari saya, semoga ada manfaatnya.. Terimakasih Pak Djangan Pakis sudah menginspirasi untuk lebih memanfaatkan waktu nge-blog saya kedepan. *menyia-nyiakan waktu adalah tindakan pembunuhan terhadap kesempatan diri untuk menjadi lebih baik* -oleh saya, di kamar yang belum rapi-