Kamis, 01 Januari 2015

9 Rabi'ul Awal 1436 H

Alhamdulillah, atas segala karunia yang telah Allah berikan. 
 31 Desember 2014 dan 1 Januari 2015 bukan menjadi hari spesial atau tahun yang patut dirayakan, wong sekarang ini tanggal 9 Rabi'ul Awal 1436 bagi umat Islam. Tapi saya juga ndak akan saklek dengan membuang kalender masehi di rumah, mau tidak mau kan Indonesia dan sebagian besar penanggalan yang dianut bukan kalender hijriyah. hehe

Nanti malam di deket rumah pasti masih banyak kembang api, pesta, maupun makan-makan secara masif terstruktur dan sistematis. Tidak bisa dipungkiri meski mayoritas masyarakat di sekitar rumah adalah muslim namun terbawa budaya ala-ala barat. Seperti kata penulis faforit saya Om Tere Liye: "Jika saja Bung Karno masih hidup pastilah beliau akan sedih, gimana ndak sedih Indonesia yang diperjuangkan kemerdekaannya dengan darah dan air mata ternyata mulai kehilangan identitas. Budaya mulai dari berpakaian, bicara, maupun makanan tidak jelas kebarat-baratan atau ketimur-an." Di luar negri yang baru saya ketahui ternyata kalau mau menyalakan kembang api ada aturanya, "Regulation and Safety" seperti harus di tempat yang tidak membahayakan, baik penjual maupun pembeli terikat oleh undang2 yang mengatur tentang "Hazardous Substance" atau kategori bahan berbahaya. Anak-anak gak boleh menyalakan kembang api sembarangan tanpa dampingan orang dewasa. Sisi baiknya mereka rata-rata sangat patuh pada aturan tersebut, sehingga kejadian yang tidak diinginkan sangat minimal.

Di Indonesia??? #ngelus dada
Kalopun ada peraturan cara pemakaian kembang api di kemasannya, dilihat pun tidak apalagi mau patuh.
Pada pemukiman padat yang temboknya hanya dipisahkan gang semeter, anak-anak balita tanpa dampingan orang dewasa dengan gembira menyalakan bahan yang bisa saja mempreteli jari mereka. Selain suaranya yang sangat mengganggu kesejahteraan telinga secara lahir batin belum lagi kalau sampai ada kembang api yang kesasar ke rumah dan membakar apapun yang dihinggapinya.
Tak ada pembenaran yang pantas untuk melegalkan kembang api dinyalakan oleh setiap orang. Setiap ada suara kembang api berfikirkah yang menyalakan tentang orang yang mungkin tengah berduka, diuji sakit, mempunyai bayi kecil, jantungan, atau kelaparan karna tidak mampu membeli makan. Adakah yang sedang seperti itu? ADA. INSYAALLAH! 



Sabtu, 01 November 2014

Perjalanan singkat S1 Kebidanan



Sudah lama sekali tidak menulis di blog. Banyak hal yang sudah terjadi menunggu untuk diceritakan. Bukan curhat tapi berbagi pengalaman. 
Saat ini saya sudah resmi lulus menempuh pendidikan S1 Kebidanan di Fakultas Kedokteran UNAIR Surabaya. Waktu yang diperlukan adalah 2,5 tahun tapi ditambah dengan matrikulasi kenyataannya kurang lebih 3 tahun saya harus di Surabaya.
Dari proses adaptasi fisik maupun psikis sampai tumbuh rasa menyukai Surabaya sebagai second "Home". 
Mengapa adaptasi fisik? karena disana hampir setiapkali dari Jogja dan menyentuh air Surabaya selama 3-7 hari pertama selalu gatal-gatal, kulit memerah dan minta digaruk, belum lagi suhunya yang "hangat", hampir tidak mungkin tidur tanpa menyalakan kipas di kos. Kalau keluar ruangan pada jam 10.00-15.00 harus pakai atribut lengkap APD (alat perlindungan diri) karena hangatnya sinar matahari seperti datang dari berbagai arah sampai "teng clekit" walhasil bila tanpa APD kulit seperti di tanning, kulit yang aslinya sudah sawo matang maka dengan segera akan menjadi sawo bakar..  Ada old joke penjelasan kenapa surabaya "hangat", karena disitu mataharinya ada 7, karena hampir setiap mall punya 1 matahari, dan di sini adalah surganya  Mall.

Adaptasi psikisnya? mulai membiasakan dengan nada bicara Suroboyo-nan, yang lebih terdengar seperti orang yang sedang bertengkar saat pertama kali tertangkap di telinga (mungkin karena di Jogja terbiasa dalam lingkungan yang nguri-uri budaya "boso kromo alus"). Selain nada, jujur kata seperti sampeyan, koen, cak, dan pisuhan janc** terasa kasar sekali, padahal ini biasa bahkan terucap dari gadis kuliahan.. dan saat berinteraksi dengan beberapa anak di sana sering roaming dengan arti bahasa yang dipakai seperti "mene= besok, budhal=berangkat, ga atik= tidak menyertakan, koen=kamu, lapo=kanapa, po'o=tambahan hampir pada setiap akhir kalimat permintaan, loo= kata ini selalu tersemat setelah subjek pada kalimat pembelaan untuk menyangatkan #susah dijelaskan, kesan awalnya seperti angkuh tapi lama-lama saya pun tertular memakainya, hehe (khusus untuk budaya pisuhan, no way.. saya memilih untuk tidak menggunakannya)
Satu kata pisuhan yang membuat saya gagal paham adalah "jangkrik", kenapa pula dengan satu hewan ini, padahal jangkrik kan binatang yang imut, dengan suara menentramkan saat malam, tidak ada yang membahayakan dari jangkrik, pun tidak ada serem-seremnya.. 

Masuk perkuliahan dihadapkan pada matrikulasi, bertemu dengan pengajar bertitel profesor #pas d3 soalnya belum ada, dan ternyata ini yang membuat Be-da.. dalam arti positif..
Kuliah yang sebenarnya dimulai sekitar bulan Januari 2012, pendidikan ditempuh selama 3 semester dengan praktik lapangan setiap semesternya selama 6 minggu pada 3 lokasi berbeda di pelayaan kesehatan Surabaya. Pada setiap tempat praktik, mahasiswa hanya diharuskan membuat satu jenis laporan pendahuluan (LP) kasus tertentu yang ditentukan oleh tempat lahan praktik dan diseminarkan pada pertengahan minggu sebelum pindah tempat praktik dihadapan petinggi rumah sakit/ruangan dan dipertanggungjawabkan secara teori dengan dosen pembimbing. Kerjasama yang baik antar mahasiswa dalam satu kelompok adalah hal yang wajib. Saat itu saya cukup bahagia tidak harus membuat askeb target seperti D3, yang kemudian membuat sedih ternyata semua askeb target dikumpulkan pada saat profesi. Huwaaa..kenapa tidak dicicil saja sejak saat semester awal.. 

PKL semester 6 Juli 2012 saya mendapatkan tempat di RB Anugrah, Puskesmas Sidotopo Wetan, dan Ruang Nifas RSU Haji. Pengalaman yang didapatkan sungguh nano-nano dan menjadi kenangan indah yang tak terlupakan sampai saat ini. Suka duka benar-benar membuat rindu tapi tidak benar2 ingin kembali, hehe

PKL  ke dua pada semester 7 praktiknya hanya 4 minggu tapi sesuatuh...tempatnya di RS Dr Soewandie, ruang Anak dan Ruang bersalin, pada kala itu ruang bersalin belum direnovasi, karna pada tahun 2013 saat saya kembali profesi mendapatkan tempat disana sudah menjadi ruang Nifas. Kesan mendalam saat bertugas di ruang anak adalah TTV nya... ehemmmmm...ruarrr biasa...

Hal menyenangkan berikutnya yang tidak pernah didapatkan ketika kuliah D3 adalah KKN, yeayy! akhirnya merasakan kumpul menjadi satu dengan anak fakultas lain ditempatkan di wilayah pegunungan Probolinggo desa Wonogoro, yang khas dengan madu, duren dan air terjun Madangkaripura...daaan Bromooo.. ^_^
 Kalo diceritakan setiap tempatnya pasti bisa jadi satu artikel panjang.. mungkin suatu saat nanti saat kalo sedang mood akan saya tulis kembali satu persatu sambil mengumpulkan kembali memori yang terserak.

Semester 8 tidak ada lagi PKL karena didominasi oleh tugas penyusunan skripsi, dan sifat idealis saya muncul disini, mewujudkan cita-cita penelitian pada saat D3 dulu yang sempat tertunda, dengan metode eksperimen, berani-beraninya saya mencoba meneliti psikologis pasien kanker stadium akhir di RSU Dr Soetomo. Tidak main-main proses ijinnya w.o.w dengan tantangan biaya yang lumayan banyak belum lagi syarat dari komite etis, alhamdulillah semua teratasi tanpa biaya seperti yang saya bayangkan, hampir semua referensi saya ambil dari buku dan jurnal luar negeri karena menerapkan metode yang belum pernah dipakai di Indonesia, meski dulu saat membuat seperti hidup segan mati tak mau, peribahasa berakit-rakit ke hulu benar-benar terasa.. mengenang skripsi saat ini bagaikan sedang menghisap permen manis nan menyegarkan,.. sungguh manis kawan...
Setelah skripsi peristiwa penting selanjutnya adalah wisuda, dan menjadi wisuda saya yang ke-2 setelah wisuda D3, 
Ternyata semua hal diatas belum ada apa-apanya dibandingkan profesi selama 11 stase dengan lama 3 minggu setiap stasenya, semua mahasiswi diwajibkan membuat 1 Laporan Kasus mandiri, 1 Laporan Kasus Kelompok dan DISEMINARKAN, dengan jumlah asuhan kebidanan target sebanyak 257 buah terdiri dari semua wilayah kompetensi bidan. Disinilah perjuangan fisik dan mental digodok habis-habisan. Seperti dimasak dalam panci presto bertekanan tinggi, dan banyak rekan seperjuangan yang tumbang sakit, mengulang stase, dan mungkin illfil sama pembimbing.. Namun alhamdulillah sekali lagi peristiwa suka maupun duka lebur tergantikan dengan rasa bahagia ketika semua berakhir dengan baik, ditutup dengan pelantikan pada tanggal 22 Oktober 2014..

Hal indah anugerah dari Allah SWT sebagai penawar sebuah peristiwa besar dalam hidupku kemarin adalah hasil tes 3 Oktober 2014, bertepatan dengan puasa Arafah 9 Dzulhijah
http://bkd.slemankab.go.id/images/dokumen/binbang/CAT_2014/Sleman_sesi_6_nilai.pdf
Alhamdulilahirobbil 'alamin

Sabtu, 05 Oktober 2013


Second destination,..
If Allah will I will do so...
Bismillahirrohmannirrohim,,,

Rabu, 19 Juni 2013

Hai yang di sana, bukan dia tapi kamu, ya. k.a.m.u

Apa kita hidup di dua dunia yang yang berbeda
setiap orang menjadi berubah
kacamataku biru
dan punyamu hijau
punya dia merah
kamu masih terlihat biru
tapi aku merah di matamu
tidak apa-apa
jalan memang berliku dengan banyak pilihan
kita mengambil jalan yang berbeda
untuk sampai di tempat yang sama
tidak apa-apa
jangan khawatir
di persimpangan ini
awal dan akhir perjalanan ditentukan
jalanku, jalanmu, jalan mereka
tidak apa-apa
kita akan sampai di tempat yang sama
hanya iringan yang tidak akan pernah sama
angin masih berhembus
mentari masih hangat
ikan berenang di air
tanah di bumi masih menumbuhkan
paru-paruku masih menyaring oksigen
darahku masih mengalir
dan bunga masih merekah
tidak perlu khawatir
biarkan mereka dan kamu berubah
dan aku akan menjalaninya
mengayunkan langkah lebih jauh
berdoa lebih lama
tersenyum lebih sering
memberi lebih banyak
berharap lebih sedikit..
sejumput impian, selembar kertas, sebatang pena..
di sini
hitungan tahunku tak berarti

Senin, 15 Oktober 2012

Drops of The Jupiter

There is a song that I like to listen too much lately, the lyrics was so lovely and made my day..
Imagine about how the constellation at the space going on, beautifully perfect dance of the space things and lights swings together.. and he make all of those lyrics to describes a woman, After that, I'm searching for the reason and meaning, and I found this..


"In an interview with VH1, lead singer Pat Monahan revealed that he wrote this song about the death of his mother. Train released their first album in 1998, and were touring that year when Monahan's mother was dying of lung cancer - she was a heavy smoker. This was before the widespread use of cell phones, and Monahan made many stops to pay phones on the tour to speak with his mom during this difficult time.
 In December of that year, his mother died, and in early 1999 Train was working on their next album when their record company started pressuring them for a hit. Monahan returned to his childhood home in Pennsylvania, and woke one morning with the words "back in the atmosphere" in his head. Beginning a time of healing, he started to compose the song. Said Monahan: "Loss of the most important person in my life was heavy on my mind, and the thought of 'what if no one ever really leaves? What if she's here but different. The idea was, she's back here in the atmosphere."
Read more at http://www.songmeanings.net/songs/view/7932/#36MBOG1Ad1hVM0tL.99 


here is the lyrics of the song by Train:

Now that she's back in the atmosphere 
With drops of Jupiter in her hair, hey, hey 
She acts like summer and walks like rain 
Reminds me that there's time a to change, hey, hey 
Since the return from her stay on the moon 
She listens like spring and she talks like June, hey, hey 

Tell me did you sail across the sun 
Did you make it to the milky way to see the lights all faded 
And that heaven is overrated 

Tell me, did you fall for a shooting star 
One without a permanent scar 
And did you miss me while you were looking for yourself out there 

Now that she's back from that soul vacation 
Tracing her way through the constellation, hey, hey 
She checks out Mozart while she does tae-bo 
Reminds me that there's room to grow, hey, hey 
[ Lyrics from: http://www.lyricsfreak.com/t/train/drops+of+jupiter_20140408.html ] 
Now that she's back in the atmosphere 
I'm afraid that she might think of me as plain ol Jane 
Told a story about a man who is too afraid to fly so he never did land 

Tell me did the wind sweep you off your feet 
Did you finally get the chance to dance along the light of day 
And head back to the milky way 
And tell me, did Venus blow your mind 
Was it everything you wanted to find 
And did you miss me while you were looking for yourself out there 

Can you imagine no love, pride, deep-fried chicken 
Your best friend always sticking up for you... even when I know you're wrong 
Can you imagine no first dance, freeze dried romance five-hour phone 
Conversation 
The best soy latte that you ever had... And me 

Tell me did the wind sweep you off your feet 
Did you finally get the chance to dance along the light of day 
And head back toward the milky way 

Sabtu, 13 Oktober 2012

Cantik

        Definisi cantik itu relatif, dan menurut saya terlalu dangkal jika akhirnya hanya di standarkan dengan merek, warna kulit, bentuk tubuh atau IQ yang dimiliki. Namun tentu saja setiap orang mempunyai hak untuk memilih definisinya masing-masing. 

        Kali ini saya tiba-tiba tertarik untuk mengulas tentang "cantik", yang sebenarnya sudah ada di pikiran sejak dulu, hanya masih tertidur di sudut lobus frontal zona nyaman. Kemarin tidak sengaja saya menangkap adanya unsur "penghakiman" dari sikap seorang anak kecil. Saat itu saya sedang ikut sebuah kegiatan mengajar di suatu perkampungan kumuh daerah pinggiran kota besar Surabaya. 

        Mereka mengira bahwa anak yang patut di idolakan adalah sosok yang sering muncul di TV. Ya. Kotak hitam berukuran sekitar 20 inchi itu telah menjadi guru perilaku yang sangat menyenangkan bagi mereka. Tidak heran, setiap hari yang mereka lihat adalah orang-orang berkulit putih, tinggi, memakai pakaian warna warni kurang bahan, menari-nari dengan wajah sok imut, lalu menenteng gadget kemana-mana. Berteriak mengejek, menangis karena cinta, lalu melancarkan semua cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jarang ada tayangan yang menampilkan kesederhanaan seperti "Keluarga Cemara" (film faforit saya dulu). 
             
      Imajinasi anak-anak kini telah tergusur boyband/girlband. Mereka kehilangan panutan sehingga melupakan makna sesungguhnya seperti apa anak yang baik, manusia yang cantik dll. Kebetulan yang saya ajar adalah anak-anak perempuan. Ingin sekali saya meluruskan kembali definisi kusut mereka tentang kepribadian. Apalagi wanita adalah ujung tombak pertama bagi kehidupan generasi selanjutnya. Akan di bawa kemana bangsa kita berawal dari seperti apa ibu mendidikmu. 
       
          Masalah ini begitu kompleks sehingga saya tertatih bagaimana menterjemahkan ke dalam bahasa mereka. Dunia asing pikiran anak-anak yang seperti panggung sandiwara, dimana dongeng menjadi alien bagi mereka, saya ingin masuk ke dunia mereka membawa seorang teman bernama "dongeng" untuk mendaur ulang mindset mereka. 

Dek... tahukah kamu...

Cantik adalah ketika kamu bersyukur atas semua hal tentang dirimu

Cantik adalah ketika bertutur lembut dan menatap kasih kepada kedua orang tua

Cantik adalah ketika kamu tidak menilai orang lain dari fisiknya..

Cantik adalah ketika kamu memilih untuk tidak marah (menjaga lisan) meskipun bisa melampiaskannya

Cantik adalah ketika menjaga diri agar tetap bersih dan rapi dalam kesederhanaan

Cantik adalah ketika kilauan air wudhu membasahi wajahmu

Cantik adalah ketika peluh mampu mengusir duka orang lain

Cantik adalah ketika tak ada suatu hal apapun yang mampu mengusik kebahagiaanmu

Cantik adalah ketika namamu membawa senyum bagi orang yang menyebutnya

Cantik adalah ketika semua orang sudah terlelap masih terjaga memohon pada sang Pencipta menyebut satu persatu doa

Jangan pernah mencela kekurangan fisik orang lain, semua ini adalah pemberian yang tidak bisa ditawar lagi. Kalau boleh memilih pastilah semua orang akan meminta bentuk yang sempurna pada setiap bagian tubuhnya.
 


Selasa, 17 Juli 2012

"Yun"

Semoga benda warna-warni itu masih di sana. Sebuah TK ABA di Sleman, Jogja. Kadang tertiup angin, bergoyang..dan berhenti. Entah berapa ratus pantat mini yang pernah bertengger kesenangan berayun. Kadang karena ulah anak TK yang agak kreatif tempat dudukan itu tidak lagi berfungsi sebagai penyangga pantat, di sana kaki-kaki mungil innocent turut andil nangkring di atas mengayuh tuasnya agar semakin kencang bergerak.

Tahun 1995 lalu, pantat dan kakiku pernah di sana :). Sensasi yang sangat menyenangkan adalah ketika angin dengan kencang menerpa poni di dahi yang berpeluh karna berlarian sepanjang jam istirahat, lalu gravitasi memainkan perannya dengan baik, naiiik.....wuuzzzz......turun.....wuzzzz...... gerak harmonis pada titik setimbang yang indah... 

Tapi kala itu aku bukanlah seorang yang bisa dengan mudah menyentuh benda menakjubkan itu saat istirahat tiba... Selalu ada anak lain, sebut saja "mawar" yang selalu menguasai "yun" (nama panggilanku untuk si yunyunan). Biasanya Bu Guru akan menyuruh anak-anak bermain dengan adil bila sudah ada seseorang yang menangis karena tidak di ijinkan ikut naik ayunan bergantian. Hmm, tapi anak yang menangis itu bukanlah tipeku. 
Aku menunggu dengan sabar, dengan mata tak lepas dari "Yun" yang tengah mengeluarkan suara sedih ngiik......ngiiik dan masih bersabar ketika raut bahagia pemakainya mengisyaratkan tidak akan pernah melepaskan ayunan itu untukku. 

Hingga giliranku tiba, binar mata bahagiaku bersambut dengan suara ngiik halus sebagai tanda telah di ijinkannya diriku menaikinya... :) maka kami (aku dan Yun) tidak lagi mengeluarkan suara "ngiik" yang sedih. Di telingaku suara ngiik akan berbeda beberapa oktaf menjadi "ngiik" yang bahagia, kaki kecilku menjejak tanah melawan gaya gesek engsel agar yunyunan tidak berhenti bergerak. Kemudian tanganku berpegang erat pada lengannya yang kurus, ia menjagaku agar tetap stabil di dudukan, dan kami menjadi komposer lagu sederhana: DUKKK (jejakan kaki) NGIIIKK.....(suara tawa yunyunan)...WUZZZZ....(angin turut serta bergabung)...  

Yang paling menyenangkan dari kesemuanya adalah "Kemerdekaan Anak Kecil" saat itu aku tidak harus memikirkan berapa banyak PR, laporan, menghitung percepatan gravitasi pendulum, proposal, atau berapa banyak uang yang harus di hemat untuk hidup "in de kost" di kota perantauan ini. 

Di sini, kota tempat tinggalku sekarang, adalah kota dengan 5 matahari (kata temanku), dan kemungkinan benda-benda yang terbuat dari besi tidak akan bertahan lama karena udara kota tercemar yang asam membuat semua jadi lebih mudah berkarat. "Yun" memang lebih baik di sana, di Jogja. Tidak perlu merantau jauh-jauh karna disana ada perosotan dan mainan lain di halaman mungil  yang setia menemani. 

Lama sekali rasanya aku tidak lagi melewati mantan TK ku lagi, terakhir kali kapan ya... hmm.. lupa... 

Suatu saat pulang ke Jogja ingin ke TK ABA sekedar menyapa "Yun...Apa kabarmu sekarang?"...   

Sekarang tak mungkin lagi aku mencuri-curi waktu pulang sekolah melompati pagar pembatas SD dan TK sekedar menaikimu, badanku secara udah gedeee...udah ganti tempat sekolah 6 kali, dan meskipun halaman mereka besuar besuaar, TIDAK ADA YANG SEPERTI KAMU disana. #krik krik krik

"Mak,ane ikutan giveaway-nya ye,mak! Kasih ane hadiahnya yang buku Memeluk Mimpi Mendayung Harapan karya Alberthiene Endah, atau novelnya mbak Endah Raharjo berjudul Senja Di Chao Phraya atau satu paket kecantikan dari Oriflame..