Sabtu, 09 Juli 2011

“Poetry Hujan: Hujanku HujanMu Hujan Mereka”

Aku merepih  hujan  
Melesat ke langit lalu kembali ke pelukan bumi..
sukma tersenyum menangis mengais

Ia saksi
si kumal berteduh selembar daun
membasuh luka sepi angin

Ia saksi
di batang rindu ruh malam
saat ruang milikNya milikmu milikku
menyatu menyandar seuntai doa

Ia saksi
Kuasa merapuh dipukul masa..binasa
Panggungku panggungmu panggungNya

semesta berserah didekap menanti
disana
cahaya masih bermain lincah diantara titik air yang bertasbih
sekarang atau nanti, jika ragaku ditelan tanah
meninggalkan arti

Aku merepih  hujan  
Melesat ke langit lalu kembali ke pelukan bumi..

 9 juli 2011
-di kamar-


poetry-hujan
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan oleh Bang Aswi dan Puteri Amirillis
  



5 komentar:

  1. ::
    wah, suka bikin puisi ta O_o
    hihihi

    BalasHapus
  2. terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis Poetry Hujan..^^

    *titik air yang bertasbih jatuh ke pelukan bumi...

    BalasHapus
  3. @XG: iya... :)
    @mb puteriamirilis: trmksih mbak..

    BalasHapus
  4. @Sodhung: setuju!! ni hujan dah mulai menyapa malu2 di jogja..

    BalasHapus